Tampilkan postingan dengan label Kamiki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamiki. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2016

JDORAMA Gakkou no Kaidan : Review





Gakkou No Kaidan merupakan dorama Jepang tayang awal 2015 ini diperankan oleh Hirose Suzu sebagai Haruna Tsubame dan Kamiki Ryunosuke sebagai Shizukui Kei. Bergenre sekolah, tentang pertempuran antar siswa lemah yang mencoba memberontak untuk melawan dan bertahan di sekolah yang dicintainya. Menceritakan tentang Haruna Tsubame siswi SMA sedikit mencolok, lebih suka perdamaian, ketenangan dan sedikit kikuk. Suatu hari tiba-tiba saja ia ditunjuk untuk menjadi ketua osis atas pilihan dari geng Platinum yaitu sekumpulan anak-anak orang kaya berkuasa dan suka menindas murid lain. Tujuan Tsubame dipilih sebagai ketua osis juga agar para anggota Platinum bisa menindasnya.



Shizukui Kei laki-laki dengan kursi roda punya kemampuan pidato luar biasa. Tsubame menyadari bahwa sekolahnya terlalu banyak aturan tersembunyi serta perlakukan tidak adil dari guru dan para geng Platinum. Berkat bantuan dan dorongan Shizukui melalui kemampuan pidato yang bisa mempengaruhi orang-orang, pelan-pelan Tsubame bisa merubah sekolah dan membuat jarak pertemanan antara orang kaya dan siswa pilihan menghilang.



Dorama ini memang lebih menyorot tentang penindasan sekolah dan bagaimana si korban penindasan merangkul pelaku agar mau berteman dan menghentikan perlakuan tidak adilnya lewat kata-kata. Suka banget sama chemistry Hirose dan Kamiki dari episode pertama udah klop banget. Akting Kamiki~kun pastinya gak perlu diragukan lagi, sebagai speach writer yang rada sok tahu, dewasa kadang agak hentai tapi sebenarnya menyimpan luka, rahasia, dan sosok yang super misterius pas banget apalagi kalau udah “berpidato” yang harus ngomong super cepet keren banget sampai-sampai aku harus pause ato ngulang supaya bisa paham sama subtitle dan maksudnya hehe.



Intinya adalah tentang merubah dunia dengan menggunakan kata-kata. Ya semacam pepatah kata-kata adalah senjata yang bisa digunakan untuk membuat hati senang, sedih atau bahkan membuat orang menderita mendengarkannya.
Bagi yang suka drama romance school jangan terlalu berharap soalnya di sini romancenya gak terlalu kelihatan tapi ya ada pastinya. Aku belum pernah nonton dek Hirose sebelumnya tapi dia cukup bagus menghidupkan karakter Haruna Tsubame siswa SMA yang kikuk dan polos.
Aku suka banget sama kata-kata penyemangat dari dorama ini “Tidak ada tangga yang tidak bisa dinaiki”-Shizukui Kei. Untuk mencapai atas atau tujuan kita, maka kita harus bisa melangkahkan kaki dimulai dari satu langkah per langkah sesulit apapun hingga kemudian bisa menuntunmu hingga tangga paling atas.

~Onlee~

Rabu, 02 Maret 2016

JDORAMA 11-nin mo Iru! : Review



Ada yang tahu dorama lawas tahun 2011 judulnya 11-Nin Mo Iru?  Sekali-kali bikin review dorama Jepang ahaa. Dorama yang salah satu pemaninnya Kamiki Ryunosuke si "kembarannya" dedek Taemin :D

Dorama ini bercerita tentang keluarga dengan jumlah 10 anggota. Sanada Kazuo ( Kamiki Ryunosuke) anak tertua dari keluarga Sanada, dia punya tujuh orang adik. Ayahnya seorang fotografer tapi semacam udah gak pernah dapet job lagi atau pengangguran, sedangkan ibunya punya cafe tapi sepi pelanggan. Sebagai anak tertua ia merasa punya tanggung jawab untuk membantu keluarganya, jadi selain sebagai siswa SMA kelas 3 yang lumayan pinter ia nyambi kerja sambilan dari antar koran dan penjaga pom. Suatu hari pamannya ada masalah di perusahaannya dan cerita ke Kazuo, karena merasa kasihan Kazuo pun berusaha membantu pamannya dengan kerja sambilan di gay bar bahkan sampai bolos sekolah padahal dia sedang persiapan buat ujian masuk perguruan tinggi.




Konflik drama ini menurutku simpel-simpel, tiap episode selalu menyorotin salah satu masalah yang berkaitan dari anak di keluarga Sanada. Tapi meski begitu tetep konflik yang dihadapin Kazuo menjadi dasar yang paling utama. Kazuo ini mungkin karena sebagai anak tertua jadi pribadiannya cukup serius, bertanggung jawab dan perhatian sama keluarganya. Ia gak suka kalau dibilang mirip sama bapaknya, ia juga gak suka kalau ada yang bilang keluarganya itu miskin meski dia sendiri sebenernya nyadar kalau keluarganya miskin. Kalau aku pribadi mo bilang mereka miskin tapi gak kelihatan miskin wong mereka tiap hari masih bisa makan enak tapi dibilang berada juga agak susah soalnya mereka bersepuluh tidur dalam satu ruangan yang sama dan kalau mandi selalu dipemandian umum.



Sebenernya anggota keluarganya cuman sepuluh. Tapi suatu hari anak terakhir keluarga Sanada bisa melihat hantu wanita dari balik ruangan yang ternyata itu adalah istri terdahulu ayahnya. Ibu dari kakak-kakaknya bernama Megumi. Sejak saat itu Saigo (anak terakhir) sering komunikasi dengan Megumi, bahkan Megumi menjadi anggota keluarga ke-11 yang cuman Saigo yang bisa lihat.



Konflik dasar Kazuo awalnya cuman dia gak mau jadi miskin makanya kerja keras buat cari uang, tapi kemudian merembet ke kehidupan cinta. Jadi pas awalnya orang tuanya Kazuo tau dia kerja di gay bar dikiranya Kazou itu gay padahal dia udah nyangkal kalo dia kerja demi uang, demi beliin ayahnya kamera digital soalnya ayahnya masih pake kamera film buat jadi fotografer tapi orang tuanya malah bercanda ga percaya. Gak cuman itu temen kerjanya di pom juga jadi penasaran, apa Kazuo beneran gay ato enggak sampai tanya Kazuo suka enggak sama dia (temennya cewek namanya Soara). Sejak saat itu Kazuo jadi kayak terobsesi sama hubungan antara cewek cowok dan rada sensi kalo denger kata “perjaka” akhirnya suatu hari terjadilah hubungan yang gak seharusnya terjadi (taulah) antara Kazuo sama Soara dan Soara kemudian hamil. Masalah jadi rumit ketika ternyata Soara punya pacar yang agak nyeremin dan kalo dia dateng selalu bikin Kazuo gemeteran.



Dramanya banyak pesan moral tiap episode, ringan, lucunya juga ada. Kamiki meranin sebagai kakak tertua yang penuh tanggung jawab, kerja keras, serius tapi menurutku rada polos dan kaku (urusan cinta) juga bagus. Sebenernya rada bosen sih nontonnya, cuman gak sampai skip-skip banyak, yang ada kalo skip pun malah penasaran kelanjutan ceritanya, layaklah buat jadi tontonan. Gak nyesel sih nontonnya, meski dorama lawas so far gak kelihatan jadul banget kok. Apa lagi ada Kamiki~kun kekekek dan kalo pengen lihat Kamiki sebagai sosok kakak yang serius dan rada konyol perlu dorama ini ditonton. Buat endingnya, uhmm menurutku yaaahh happy ending yang standar sihh soalnya konfliknya sendiri ringan jadi ya sudahlah gak sampai bikin kecewa banget.






OnLee1412

PENGUMUMAN

  BLOG INI SUDAH TIDAK AKAN DIPERBAHARUI LAGI....MOVE TO RUMAHIMAJINASIKUU.WORDPRESS.COM