Minggu, 02 April 2017

Sekelumit Kegeliasahan Buruknya Tontonan Anak Negeri




Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu harus dan wajib menghargai dan mencintai apapun yang dipunya negaranya sendiri. Tapi tentu untuk hal-hal yang positif mulai dari sejarah, alam, orang, kemampuan, musik, budaya atau karya seni. Tulisan ini semacam kekecewaan dan kekesalanku semata mengenai sesuatu yang memang ada di Indonesia. Sinetron. Ahhh orang pasti bisa membayangkan kemana arah tulisan ini. Tapi serius ini hanya unek-unek yang keseringan menumpuk dihati dan pikiran ada baiknya dikeluarkan biar gak jadi racun.

Ada apa dengan sinetron Indonesia? Ayolah pasti bisa menebakkan seperti apa nilai jual yang ditawarkan sinetron negara kita kan? Penindasan, kebut-kebutan, cinta-cintaan, nangis-nangisan yang entah kapan selesai. Aku gak ngerti sama jalan pikir para produser, penulis skenario dan sutradara kenapa suka sekali bikin sinetron seperti itu bahkan dengan jumlah episode saingan sama jumlah anime Detective Conan yang juga gak selesai-selesai.

Lucu lagi kalau ceritanya si tokoh utama udah lama dihilangkan dan tidak sesuai judul. Pliss deh ah ya?? Sangking gak punya ide ato sangkin nyari duitnya? Aku gak munafik dulu jaman masih SD-SMP juga maniak sinetron tiap malem nongkrongin sinetron kok sampe kena omelan babe suruh belajar. Tapi....itu dulu sebelum sadar kalo sinetron itu merusak moral :D

Yang menjadi keluhaanku (mungkin ada orang lain juga PASTI ADA SIH) kenapa gak berani mencoba sesuatu yang beda? Karena aku penggemar drama Korea dan Jepang pasti akan ngambil contoh dari mereka. Mereka bikin cerita selalu variasi, jumlah episode paling 12, 16, 20, 25 ato mentok 60an itu untuk drama tema saeguk (sejarah) ato emang khusus untuk sasaran keluarga. Artisnya juga variasi gak melulu si artis pemeran antagonis dapet antagonis si prontagonis selalu dapat prontagonis. Jadi si artis sendiri bisa mengembangkan kemampuan aktingnya.

Okelah semua itu biasanya tergantung si penonton sendiri, tipikal warga Indonesia kan sekali suka bakal minta terus alias nontonin terus wajar sih kalo produser terus semangat memperpanjang meski ceritanya ngalor ngidul gak karuan. Aku mau ngaitin ini sedikit dengan kasus-kasus kekerasan remaja di Indonesia yang makin mengerikan. Coba bayangkan anak SD sudah bisa pacaran ngomongnya sok Lo gue gayanya dandananya melebihi usianya. Itu semua dari mana? Dari tontonan sinetron

Anak-anak remaja menggandrungi kebut-kebutan motor dari mana sumbernya? Dari tontonan sinetron. Coba telusuk lagi di media sosial banyak video-video perkelahian anak perempuan berjilbab, itu semua karena apa? Tontonan sinetron. Anak SMP menyatakan cinta dengan berani pake segala macam hadiah ngalah-ngalahin yang sudah saatnya nikah. Belajar dari mana itu? Ya dari sinetron. Itu semua belum seberapa, kalo mau dijemberengi bisa-bisa aku bikin novel karena terlalu panjang. Jadi mohon maaf kalo aku harus bilang tontonan sinetron Indonesia saat ini sungguh merusak moral bangsa.

Ato kasus murid yang berani melawan guru bahkan hingga membunuh. Itu dari mana? Keberanian mengerikan itu dari mana? Pasti sinetron yang selalu unsur penindasan bahkan ada yang ngasih gambaran anak murid berani melawan guru sendiri.

Tuan-tuan pak produser, tuan penulis skenario sinetron, tuan sutradara dengarkanlah keluh kesah ini. Tolong bantu selamatkan anak bangsa kita yang mulai tidak bermoral ini. Buatlah tontonan yang mendidik, kalian membuat cerita tema sekolah tetapi tidak ada unsur sekolahnya lagi-lagi penindasan yang bahkan tidak manusiawi. Bisakan bikin tema yang mengajarkan untuk stop bullying? Saat ini masih banyak banget kasus bully dikalangan anak remaja contoh gampangnya aja MOS ato OSPEK itu masih banyak yang diplonco.

Dan tolonglah buat cerita itu sesuai sasaran yang diinginkan jangan mencakup semua. Itu namanya serakah karena yang kalian inginkan keuntungan. Buatlah cerita itu ada pesan moralnya, itu kalo kalian bisa jangan-jangan kalian juga tidak punya itu semua hahaha maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUMUMAN

  BLOG INI SUDAH TIDAK AKAN DIPERBAHARUI LAGI....MOVE TO RUMAHIMAJINASIKUU.WORDPRESS.COM