Senin, 29 Juli 2019

DUA GARIS BIRU


Dua Garis Biru



Jujur sebenernya aku termasuk jarang mau nonton film Indonesia genre remaja di bioskop atau yang kelihatannya unsur cinta-cintaan anak remaja karena rata-rata film ABG hampir ceritanya menye-menye belum lagi actor-actrisnya yang masih newbie sebelumnya terkenal karena main sinetron. Aku sangat gak suka. Termasuk film Dua Garis Biru ini nih, awal keluar teasermya nonton bisa nebak ini mau nyeritain soal apa. Dan ya aku gak tertarik sama sekali apalagi kala itu langsung pro kontra dikalangan masyarakat atau dikalangan netijen Indonesia yang maha tahu segalanya.

Meskipun pada awalnya aku gak tertarik, tapi aku sebel juga nih sama pro kontra sampai ada petisi buat diboikot. Gimana ya, kadang orang Indonesia itu suka melihatnya dari sudut pandang yang terlalu kolot, alias belum nonton udah ngjude duluan. Ya mungkin sebenernya aku sendiri juga bisa dibilang termasuk kayak gitu, tapi aku tipe yang gak bakal memamerkan kenyinyiranku lewat media sosial secara terang-terangan hehehe. Nah setelah film ini tayang kok baru semingguan tuh gaungnya heboh banget, rame di media sosial soal review-review yang ceritanya bagus, bikin mewek bla bla bla. Lama-lama masih biasa aja, terus masuk minggu ke dua kok makin rame aja malah sampai tembus masuk 1 juta pentonton dan akhirnya memutuskan untuk menonton juga di masuk minggu ke tiga di tanggal 28 Juli 2019.




Dan....aku akuin film ini beneran bagus banget. Pesan moralnya beneran kuat. Alur ceritanya rapi, akting pemain-pemainnya juga total. Unsur keluarganya kuat sekali. Konfliknya juga sesuai dengan masalah remaja yang mengalami hamil di luar nikah. Bagaimana dua remaja ini menghadapi situasi sendirian, berharap gak ada yang tahu. Bagaimana mereka bakal menjadi orang tua diusia yang sangat muda, bagaimana menghadapi konflik megenai pilihan masa depan mereka yang masih panjang. Tak hanya itu Bagaimana keluarga Dara dan Bima menyikapi masalah besar yang menimpa anak-anaknya. Bagaimana orang tua berharap bisa menjadi orang tua yang sempurna tetapi pada dasarnya mereka tetap tidak bisa menjadi sosok yang sempurna. Sosok orang tua yang tetap marah dan kecewa kalau anaknya melakukan kesalahan tetapi di depan umum tetap tidak terima jika anaknya diperlakukan tidak adil. Ini beneran harus di contoh, kadang orang tua terlalu membela anaknya sehingga kalau anaknya berbuat kesalahan mereka tidak berani atau menegur anaknya padahal hal itu harus dilakukan demi kebaikan anaknya sendiri biar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Aku suka bagian sex educationnya, di sini penyampaiannya bagus. Dokter kandungannya tidak digambarkan sosok yang ngjudge tentang yang dialami oleh Dara dan Bima. Tetapi semacam “mengayomi” dan tetap memberikan pelajaran mengenai sex sesuai prosi usia mereka, menurutku cukup tersampaikan dengan apik kepada penonton tanpa membuat kesannya kalau itu pembicaraan yang tabu. Ini menjadi poin penting dalam film ini yang wajib ditonton buat anak-anak SMP – SMA yang lagi mulai jatuh cinta lagi hangat-hangatnya pacaran biar gak kebablasan. Biar gak senang berbuat doang tanpa tahu akibat dampak dari perbuatannya yang ujung-ujungnya tidak mau bertanggung jawab.

Walau pun aku gak mewek nonton film ini. FYI temenku yang biasa nonton sama aku malah yang mewek padahal dia bukan tipe cewek yang bakal mudah terharu/tersentuh, eh malah dia yang mewek kekeke. Jadi meskipun aku gak mewek nonton film ini aku sangat menikmati film Dua Garis Biru ini, gak nyesel nonton film ini di bioskop mungkin malah nyesel kalo gak nonton dibioskop nunggu beredar di warnet hehehe dan wajar kalau film ini masih bertahan di bioskop sampai memasuki minggu ketiga. Menurutku wajib banget sih ini ditonton buat keluarga, anak-anak remaja yang lagi puber. Dan menurutku apa yang di keluhkan netijen Indonesia takut kalau film ini bakal memberi dampak buruk buat remaja Indonesia itu SALAH BESAR!!!! Justru dengan adanya film ini biar anak-anak remaja itu gak kebablasan tanpa tahu akibat dari perbuatan mereka, biar mereka gak menganggab enteng akibat dari sex diusia sekolah. Lihat aja diberita-berita banyak kan kasus-kasus hamil diluar nikah yang akibatnya malah semakin buruk, mulai dari menggugurkan, membuang bayi tanpa hati nurani atau membunuh bayinya yang baru lahir. Lebih parah kalau sampai si lelaki malah membunuh si perempuan apa gak lebih mengerikan itu? Aku malah pernah baca di sebuah media sosial dia pernah melakukan having sex saat masih muda akhiranya sih menikah tapi ujung-ujungnya si perempuan disiksa juga sama si laki. Kalau mau jujur yang berdampak buruk ya sinetron remaja Indonesia yang ditivi-tivi itu.

Kalimat favorite di film ini adalah “Menjadi orang tua itu bukan cuman hamil 9 bulan 10 hari. Tapi pekerjaan seumur hidup”  duh duhh....bener-bener ngena banget, langsung auto inget orang tua di rumah.

Jadi....mumpung film ini masih tayang buruaaaan tonton Dua Garis Biru di bioskop, banyak sekali pembelajaran yang bisa diambil. Buat remaja-remaja boleh banget lah tonton sama pacarnya. Buat orang tua juga ajak sekeluarga, ajak anak-anakmu yang bakal memasuki masa puber. Wajib banget ini ditonton! Maju terus film Indonesia yang berkualitas!!!!!

Next    “Manisnya Kerja Sama Kaitou KID dan Conan di Film Terbaru Detective Conan : The Fist Of Blue Sapphire “


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUMUMAN

  BLOG INI SUDAH TIDAK AKAN DIPERBAHARUI LAGI....MOVE TO RUMAHIMAJINASIKUU.WORDPRESS.COM