Yahuuuuuu
akhirnya setelah ratusan purnama, Detective
Conan : The Fist Of Blue Shapphire tayang juga di Indonesia di bulan Juli
mulai kemarin tanggal 24 di CGV. Dan kali ini bisa nonton dua kali oii. Meski
nonton keduanya agak kecewa sama sesuatu hal yang sangat amat ku sesali, tapi
aku gak bakal cerita soal apa daripada emosi terus. Yang jelas bukan kecewa
sama filmnya ya, kalo kecewa sama filmnya gak mungkin nonton dua kali dong
hehehe.
Kali
ini Aoyama Gosho memakai setting di
luar negeri yaitu di Singapura. Hmmm gimana kah caranya Conan bisa keluar negeri secara dia ini kan Detective SMA Kudo Shinichi yang mengencil karena obat
gak mungkin punya paspor atas nama Edogawa
Conan dong???
Nah
yang bisa membawa Conan keluar Jepang
tanpa masalah tak lain adalah si pencuri yang budiman Kaito KID. Yup movie ke 23 ini Aoyama Gosho menampilkan kembali
sosok magician under the moonlight Kaito KID, tidak hanya KID tetapi sang juara karate yang tidak
pernah kalah Kyogoku Makoto kekasih
dari Suzuki Sonoko. Gimana kah cara KID membawa keluar Conan hingga Singapura??? Jawabannya hanya ada di filmnya, bagi
yang sudah nonton pasti tahu dong. Jadi
si Kaito KID ini menculik Conan ke Singapura karena dia ingin
meminta bantuan Conan untuk
menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan perebutan berlian yang akan digunakan
hadiah dalam turnamen karate.
Dimana ada berlian mahal maka disitulah Kaito KID akan beraksi, sebenarnya
memang tujuannya Kaito KID hendak
mencuri berlian itu tetapi dia malah dijebak dijadikan tersangka dalam
pembunuhan, kaito KID gak terima dong
secara pekerjaan dia itu “pencuri budiman” bukan pencuri sekaligus pembunuh.
Aku sebagai fansnya KID juga gak
terima kalo sang pesulap handalku ini difitnah kayak difilm 19 dulu itu tuh
yang The Sunflowers of Inferno dia
juga dibuat seolah-olah melakukan kejahatan diluar kebiasaanya kan akunya
sebel!!!
Oke
kembali ke tema saat ini yaitu The Fist
Of Blue Sapphire. Demi membersihkan namanya itu dia membawa Conan secara ilegal dan menyamarkan dirinya
sendiri sebagai Kudo Shinichi ikut
serta bersama rombongan Ran, Sonoko
juga paman Mouri yang ke Singapura
untuk menyaksikan pertandingan karate dari Kygoku
Makoto. Ini adalah kemunculan ke 6 Kaito KID di film Detective Conan setelah terakhir muncul di film ke 19 yaitu The Sunflowers of Inferno. Sebagai
penggemar beratnya Kaito KID tentunya
sangat amat menantikan film ini dong, setelah sekian purnama Kaito KID tidak beraksi di film bahkan
di serialnya pun juga cukup jarang.
Seperti
film Detective Conan yang lain,
setelah logo PH yang memproduksi film ini muncul langsung dikasih prolog cerita
yang bersetting di Singapura beserta sebuah pembunuhan dan bom meledak. Lalu
berganti ke Conan yang mecoba
“merayu” Haibara Ai untuk dibuatkan
penawar dari obat APTX 4869 supaya
bisa kembali ketubuh semula demi ikut ke Singapura. Dan prolog di film ini
termasuk panjang juga kayak biasanya, sampai kadang gak sadar kalo belum
opening. By the way aku tuh suka banget sama opening-openingnya film Detective Conan itu loh oepning judul
film plus dialog diawal opening “ore wa
koukousei tantei、kudou shinichi, osananajimide doukyuusei no
mouriran to.....” meskipun kesannya diulang-ulang tapi ditambah backsound
soundtrack yang selalu berbeda tuh beneran khas dan sangat melekat.
Untuk segi
cerita, yang jelas sebagai penggemar Kaito
KID seneng aja dong ya karena Kaito KID ada di tema cerita kali ini
bahkan di sini Kaito KID semacam
terang-terangan bekerja sama dengan Conan.
Hubungan yang semacam Tom & Jerry tetapi saling melengkapi, dibanding film
ke 19 dimana mereka juga saling kerjasama tetapi di sini porsinya lebih banyak
lagi. Gimana enggak, secara Kaito KID kan
menyamar sebagai Shinichi jadi dia
bebas berkeliaran dong. Belum lagi kalo Kaito
KID udah berlagak sombong terus “mesra-mesraan” sama Ran sebagai Shinichi duh duh
Conan cuman bisa gregeten aja. Dan
aku sebagai penonton sekaligus shipper KIDXConan
juga cuman bisa ketawa-ketawa puas kekekeke. Apalagi Conan sendiri harus kembali menyamarkan identitasnya bukan sebagai Edogawa Conan melainkan Arthur Hirai.
Selain
“kolaborsi epik” antara Kaito KID dan
Conan, di sini juga ada duel antara Kaito KID dan Kyogoku Makoto yang merasa gak terima karena pacarnya Sonoko selalu memuja-muja sama Kaito KID secara Makoto kan juara karate tingkat dunia dia gak mau ada saingan dong
apalagi urusan hati kekekeke. Pas awal kemunculan teaser film ini aku
bertanya-tanya bagaimana bikin duel antara seorang pesulap dan juara karate???
Bahkan aku sudah suudzon ku pikir gara-gara Makoto,
Kaito KID jadi babak belur ternyata.....yang nonton pasti tahu dong kenapa.
Love line kali
ini pun lebih menonjolkan sepasang kekasih Sonoko
dan Makoto ketimbang Ran X Shinichi seperti biasanya. Ya memang karena pada dasarnya tema film
mengenai dua orang ini. Pada film ini pun kita disuguhkan kisah lain yang
mungkin akan jarang ditemukan di serialnya mengenai hubungan Makoto X Sonoko. Bagaimana Makoto
melindungi orang yang dicintainya dan bagaimana Sonoko menghadapi pria penuh rahasia seperti Makoto. Suka sekali sama sifat loyal Sonoko yang tidak terlihat sombong karena dia putri dari
konglomerat ternama Suzuki meski
kadang terlihat dia ini naif dan terlalu baik.
Penilaian jujur,
gak tahu kenapa pas nonton pertama itu agak bingung sama plot twist yang
disuguhkan alias siapa si pembunuh dan siapa si dalang yang bikin porak poranda
Marina Bay Sands Singapura. Kalau soal action hmm gimana ya, mungkin memang
prosinya segitu kali ya tapi kayak kurang memuncak gitu dibanding film
sebelumnya tegangnya berasa kurang maksimal. Tetapi.....urusan duelnya semua
ikut andil bagian, itu yang aku suka semua punya porsi sendiri-sendiri, keren
bangetlah pokoknya mulai dari Kogoro Mouri,
Ran, Makoto, Conan dan juga Kaito KID.
Untuk bilang
kurang puas juga gak bisa karena seperti judul yang aku berikan, disini
hubungan KID dan Conan cukup “manis” sekali sebagai patner. Mereka benar-benar saling
kerja sama dan KID pun
terang-terangan minta tolong Conan
sebagai detektif untuk menyelidiki kasus yang menimpanya. Duhhh seneng banget
akunya tuh moment langka sekali bisa lihat KID
dan Conan kerja sama secara epik dan
saling membutuhkan itu hehehe. Dan satu lagi meskipun sedikit di sini juga
tetap menonjolkan moment ConanXAi karena
di film ini grup Detective Boys dan Ai tidak terlalu banyak dimunculkan. Moment dimana Conan minta tolong Ai sungguh bermakna banget, terlihat kesan dimana Conan sangat
percaya pada Ai begitu pula Ai yang menanyakan keadaan Conan apa dia baik-baik saja. Manisnya
ya Tuhan....kekekeke.
Oke sudah
cukup.....sudah terlalu panjang, khawatir semakin gak jelas, khawatir yang ada
aku menuliskan ulang seluruh cerita film Detective Conan : The Fist Of Blue Shapphire dari awal sampai akhir karena pas nulis ini aku
masih ingat betul ceritanya apalagi nontonnya dua kali. See You Next Illussion
eh....See You Next movie 2020 ^^










Tidak ada komentar:
Posting Komentar